Lebih Dekat dengan Penyakit Batu Empedu

Kandung empedu yang letaknya berada perut bagian kanan tepat di bawah hati memiliki fungsi untuk membantu proses pencernaan makanan, yakni tempat cairan sebelum disalurkan ke jaringan usus. Tingkat kolesterol yang tinggi mengakibatkan kandung empedu terganggu, di mana terbentuknya batuan kecil sehingga organ tubuh tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.

Ukuran batu yang terdapat pada kandung empedu bervariasi, ada seperti halnya butiran pasir namun ada pula yang sebesar bola pimpong. Hal ini tak terkecuali pula dengan jumlah batu yang ada di dalam kandung empedu, umumnya hanya 1 dan 2 buah saja namun tidak menutup kemungkinan bagi penderita yang mengalami penyakit ini dalam frekuensi yang sudah parah. Pada sebagian besar khusus yang menandakan terkena serangan batu empedu ialah terasa sakit yang sangat kuat dan datang secara tiba-tiba pada perut karena kondisi batu yang menyumbat tepat di ujung empedu. Selain itu, sering pula terjadi demam tinggi, kulit mata jadi pucat, diare, menggigil, tidak nafsu makan, dan lain-lain.

Faktor pemicu

Selain karena kolesterol, ada sejumlah faktor lain yang mendukung terbentuknya batu empedu, antara lain:

  • Usia. Faktor usia turut menentukan resiko terkena batu empedu. Seseorang yang berumur lebih dari 40 tahun memiliki resiko besar terkena penyakit tersebut dibandingkan mereka yang baru berusia 20 tahun.
  • Jenis kelamin. Secara umum wanita beresiko lebih tinggi memiliki ancaman terhadap batu empedu dibandingkan pria. Penting untuk meningkatkan kewaspadaan ketika mengalami beberapa gejala yang dirasakan.
  • Pasca melahirkan. Kadar kolesterol yang meningkat setelah melahirkan juga merupakan faktor pemicu daripada penyakit batu empedu. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan pada hormon estrogen ketika hamil.
  • Berat badan berlebih. Faktor yang juga memicu munculnya batu empedu ialah pengaruh berat badan berlebih atau juga yang kehilangan berat badan secara drastis.

Dampak buruk / bahaya

Komplikasi yang terjadi pada tubuh apabila penyakit batu empedu dibiarkan bisa mengakibatkan sakit perut yang berlebihan, terjadi dalam frekuensi yang terus menerus atau jangka panjang bahkan juga dengan rasa sakit yang begitu kuat. Demam tinggi juga tak kunjung pulih, sakit kuning, bahkan irama jantung yang berdetak dalam waktu cepat.

Langkah pengobatan

Bahaya dari penyakit batu empedu masih dapat dikendalikan namun akan kerap tidak tertahankan ketika sudah komplikasi. Untuk langkah pengobatan yang dilakukan bisa menggunakan obat-obatan yang bisa didapat dengan mudah di apotik atau juga memanfaatkan ramuan dari tanaman herbal yang lebih aman dan sehat. Sementara alternatif lainnya bila penyakit batu empedu sudah berada di tingkat yang parah (komplikasi sering terjadi) makan tindakan medis perlu dilakukan, salah satunya dengan jalan operasi yakni dengan pengangkatan kantong empedu. Kandung empedu memiliki fungsi penting bagi tubuh, namun bukan berarti tidak dapat hidup tanpa organ tubuh tersebut karena hati akan tetap rutin memproduksi cairan empedu yang gunanya ialah untuk membantu proses pencernaan lemak. Adapun untuk jenis operasi yang umumnya direkomendasikan oleh dokter ialah kolesistektomi laparoskopik atau yang disebut dengan operasi “lubang kunci” karena lebih mudah dilakukan dan aman bagi pasien.

Penyakit batu empedu tidak membahayakan nyawa seseorang seperti halnya penyakit jantung. Namun demikian, tetap harus waspada karena dapat menggangu fungsi daripada organ tubuh yang akhirnya mengancam keselamatan.